Minggu, 04 Agustus 2013

Chemistry kami :')

Keputusan seorang anak bungsu untuk kuliah di luar kota sudah aku ambil, dan sudah aku jalani hampir 2 tahun ini. Hasilnya, berbagai macam pengalaman, perasaan aku dapatkan selama jauh dari atap rumah dan juga orang-orang rumah: mama dan kakak.

Ternyata, jarak membuat kami semakin mengerti, merindu dan memahami satu sama lain. Udah terlalu sering kalau lagi di Nangor aku bergalau ria karena rindu dengan rumah-mama-kakak-masakan mama, apalagi kalau Nangor lagi 'menjadi-jadi' : pergi kost gelap, pulang-pun gelap. Dan itu rasanyaaaaaaaaaaa, ah! nano-nano bangeeeeet! kalo lagi begitu tuh maunya ketemu mama, dibuatin masakan lezat yang sehat-bersih dan bergizi, diperhatikan kala sakit, pokoknya dimanjain, walaupun engga dimanja banget tapi minimal diperhatiin laah, hehe *efek anak bungsu*

And, you know sodara-sodara? pulang kali ini terasa laiiiiin banget, mutlak bukan karena durasinya yang lama pisan yaaa.. tapi karena substansi-substansi yang ada dari hari ke hari.
Mama, wanita yang menjadi single parent 5thn (bahkan lebih). Dengan kedua putrinya, ditambah lagi si bungsu yang harus menimba ilmu jauh dari pandangan mata mama. Jadilah kebayang kayak apa sepinya mama dan rumah kalo lagi hari-hari biasa. Tapi betapa senangnya mama ketika kita lagi kumpul bertiga, itu tersirat di wajah beliau yang selalu berusaha tegar :') lewat canda beliau, lewat suaranya yang kadang memenuhi isi rumah (entah itu untuk menyuruh kita sesuatu, entah untuk membangunkan kita tidur *dirumah pasti begini* dan entah untuk hal lainnya).

Simplenya ajaah ketika mama masak dan aku diatas, pasti mama nyuruh sesuatu supaya aku kebawah dan secara gak langsung nemenin mama masak. hehe, mama bisa aja yah. 

dan, tadi sempet nemenin mama kerumah temennya..and than temen mama bilang gini 
"tuh, mamanya suka sedih kalo ditinggal sendiri..padahal juga kan, anak-anak mba *sambil ngomong ke mama* juga akan di gondol orang (emang kucing ya di gondol? -_-)"

*dalem hati* huaaaaaaa :'( jleb banget nih kata-katanya si temen mama.. gak dipungkiri emang mama sangat kesepian, that's why! kalo lagi pulang kerumah tuh rasanya aku disuruh ntar-ntar-ntar aja balik ke Nangor-nya. Disinilah titik demi titik terkumpul, sehingga semakiiiiiiin aku (anak bungsu mama) mengenal mama. Yaah, harap maklum selain dulu masih anak sekolah yang pikirannya main mulu, dulu juga tiap hari ketemu..jadi chemistry-chemistry ibu-anaknya ga sekuat sekarang, hehe.
Waktu beberapa hari yang lalu nemenin mama ke dokter, mama sempet bilang gini 
"yaah, mama sih pasrah aja dek sama Allah, kalau emang sakit ini yang terbaik untuk mama..tapi kan mama cuma ikhtiar buat berobat. kalaupun mama harus 'pergi' duluan yaa mungkin itu yang terbaik. Tapi dek, mama kan juga pengen gendong cucu dulu, ngeliat kalian nikah-punya anak"
*tsaaaaaaaah, mulai deh..anak bungsu ini gak kuat kalo denger kata-kata yang bikin melting gini, haha. untung pintu air siap menahannya :p

now, look mom..anak bungsu mama sudah tumbuh dewasa sekarang, terbukti lewat beberapa pikiran yang sudah visioner, tapi masih ragu untuk di share-kan ke mama maupun kakak, hanya dipikirkan dan dirancang dibenak sendiri, hehe. Tapi kadang, masih terlihat sangat kanak-kanak jika dirumah, masak aja masih belum bisa :D *gapapalaah, dulu mama nikah sama papa juga mama belum sejago ini masaknya, hehe ^^v

Entah, beribu ucapan terima kasihku pasti takkan sanggup menutupi semua kebaikan mama yang pasti para malaikat pun sudah sangat cape mencatat kebaikan-kebaikan itu. 
Ma, tau gak? hingga detik ini, rindu itu sering menyusup ke relung hati anak bungsu-mu, rindu akan sosoknya ditengah-tengah kita: papa. Tapi, tak kuasa aku tuk mengungkapkannya dihadapan wajah ceria mama. Yang ada ntar, rumah hujan lagi :D
Ade bisikan rindu itu didalam do'a-do'a ade aja deh. Ma :')

Ade, anak bungsumu sangat..amat sayaaang sama mama.. Malu rasanya, yang terkadang hanya medo'akan mama sekedarnya..padahal mama, tiap sujud..tiap itu pula mama mendo'akan yang terbaik untuk kita.
Maaf yah maa :'(

Love you, so much Mom :')

Kamis, 01 Agustus 2013

Tak Pernah Aku Tau ~

Kehidupan dan hidup itu berisikan manusia yang menjalankan perannya dengan masing-masing.. dengan tipe, karakter, habbit, gender, dan lain sebagainya yang membedakan satu sama lain. Pokoknya manusia itu sudah diciptakan olehNya dengan sebaik-baik rupa plus plus juga dengan jiwanya yang lain dari makhluk yang lainnya: tumbuhan, hewan. 

Ketika kita hidup di dunia yang sebentar ini, bertemu dengan banyak wajah berserta karakter yang menyertainya. Beserta dengan tindak tanduk kita ke mereka, mereka ke kita. Lalu timbul-lah pertanyaan "Posisi saya/kita di hidup mereka diletakkan dibagian mana ya?"
"Dibagian penting atau tidak penting?"
"Bagian itu besar atau tidak?"
Lantas.. ketika malaikat izrail menjemput kita, apakah mereka akan merasa sedih atau senang?

aah ~ itu hanya sedikit dari sekian banyak pertanyaan kritis dibenak ini. 
Disini, aku berharap..kehadiranku yang hanya sebentar dihidup mereka akan memberikan warna kebaikan yang membekas jejaknya walau tinggalah namaku di bumiNya.
Yang akan dirindu, kala aku sudah melakukan perjalanan panjang menuju kehidupan abadi nan menentramkan itu.
Yang akan selalu di do'akan ketika kita mulai memiliki jarak ataupun kita ada dihadapan mereka.

Entahlah.. Aku hanya ingin penduduk bumi dan langit mencintaiku dengan segenap cinta yang Ia berikan kepada mereka.. Hanya ingin :)

Allah.. Tak pernah aku tau sedikitpun tentang aku dibenak mereka, pun mereka dibenakku yang mereka juga tak tau. Tak pernah aku tau juga apakah mereka sudah memaafkan kesalahan-kesalahan yang sudah aku perbuat. Tak pernah aku tau apakah mereka sudah mengikhlaskan sikap-sikap tidak enak yang sudah aku perbuat. Entahlah ~

Allah.. selalu yang terbaik aku berharap untuk mereka. Semoga juga sebaliknya. Semoga mereka semualah jembatan-jembatan yang mempermudah langkahku menuju JannahMu yang indah :)

23 Ramadhan 1434 H
Jekardah, dibawah atap rumah

Selasa, 30 Juli 2013

Sebuah Hubungan

Bismillaah..

Ramadhan..oh ramadhan..
Ramadhan emang bulan penuh berkah nan hikmah, gimana ga berkah coba? cuma saat ramadhan gini kita kontak teman-teman lama, hubungin sana-hubungi sini, cocokin jadwal dengan si A, si B, si C dan dengan banyak kawan entah itu temen sekolah, temen organisasi, temen yg lainnyaaa..buat apa lagi kalo bukan buat buka bersama mereka? yap! bukber emang selalu jadi ajang silaturahim buat para muda-mudi, yaa itung-itung juga reuni kecil-kecilan, betul gak? :D

well, kalo udah begini langsung ke-review semua temen-temen yang pernah nyangkut selama hidup *ejieee :p ternyata banyaaaak banget. kalo kata senior sekolah "sayang sih, pekan dalam ramadhan cuma 4x" yaaa, sayang..kalo lebih dari itu pasti semua bukber didatengin deh :D hihi..

dan, setelah ke-list siapa-siapa aja orangnya trus mulai ngerasa..diantara sekian banyak temen-temen yang Nadhia kenal, siapa yah yang paliiiiiing banget banget deket..sampe kalo jauh dikit rindunya setengah hidup *lebay :p* terus otak dan hati seakan langsung kerjasama berfikir dan ada yang menjawab "kayaknya gak ada deh, Nadh" :"( it's so saaaad.. but no problem for me ^^

terus, mulai deh menarik garis kesimpulan dikit-dikit..
hm, kita ini lahir kedunia dalam keadaan sendiri (lain lagi yang kembar yaa), dan kitapun meninggal dalam keadaan sendiri juga. Orang-orang yang kita jumpai didunia ini hanyalah manusia-manusia yang bisa menjadi tiket kita menuju surga atau mungkin neraka? (na'udzubillah). Nah, jadi..buat apa merasa takut sendiri atau bahkan seakan tidak memiliki seseorang yang memahami kita atau bisa menjadi good listener kita?
kalau udah merasa begini, inget kita semua punya Allah yang Maha Mendengar, sekalipun itu suara hati terkecil dan terdalam kitaa :') selalu bahagia kalo udah inget hal ini..
eeeh, tapi bukan berarti kita lepas menjadi manusia yang menjalani apa-apa sendiri loh! kodrat kita sebagai makhluk sosial ga pernah bisa terlepas hingga jiwa terpisah dari jasadnya..
kita teteplah menjalin ikatan baik dan harmonis dengan siapapun yang kita kenal, karena memiliki hubungan baik dengan orang itu merupakan satu poin plus yang wajib dilakukan. Sangat naif kalo ada orang yang seakan tidak butuh manusia lain ~

pun, Nadhia tetap bersyukur punya temen-temen yang udah dianggap kayak saudara sendiri..walau mereka tidak selalu ada ketika Nadhia ingin cerita, tapi Nadhia bahagiaa bisa mengenal mereka, bisa menjadi pendengar cerita hidup mereka yang sarat akan hikmah, dan syukur-syukur Nadhia bisa menjadi jembatan menuju jannahNya, kan keren tuh..kita bisa masuk taman terindah milikNya bareng-bareng *so sweet :D

semoga saja, walaupun hubungan kita biasa-biasa saja di dunia tapi menjadi luar biasa di akhirat kelak karena kita selalu mendo'akan dalam kebaikan satu sama lain. Bukankah do'a-do'a tersebut yang membuat hubungan kita semakin bermakna dihadapanNya? :)

Allaaaah..I
miss someone, but i don't know who is that :"( *perasaanyangnyiksa

udah ah, udaah :D Thanks yaaa Allah yang kereeeeen banget, yang udah ngirim mereka ke hidup Nadhia yang cuma sebentar ini :')

Jumat, 26 Juli 2013

Fenomena

 Bismillaah..

Menulis berdasarkan fakta yang ada didepan mata, fakta yang ada ditengah-tengah masyarakat. Yaaa, begitu kurang lebih landasan dari tulisan ini.

Alhamdulillaah, ramadhan bulan penuh berkah ini sedang berjalan..tak terasa sudah hari ke-17 hari ini., masyaAllah..
well, ketika ramadhan maka masjid akan penuh, lain dari bulan-bulan biasanya. Entah itu untuk sholat 5 waktu-nya, ifthor jama'i-nya, sampai mabit untuk mendapatkan lailatul qadr..wew, subhanallah yaaa, efek samping ramadhan sampai segitunya (makin sayang ramadhan :) )

eh tapi, bukan itu maksud fakta yang ingin dibahas. Karna kalo ramadhan para wanita juga ke masjid untuk sholat isya jama'ah dan tarawih, maka fakta ini akan tampak disini (karna saya wanita, entah apa kondisi di ranah ikhwan).
terinspirasi dari hadits Rasul
"shau shuufakum fa inna taswiatas sufuuf min tamaamis sholah" yang artinya 
"rapatkan dan luruskan shaff, karna shaff yang lurus dan rapat bagian dari kesempurnaan sholat" 


tuh, kurang jelas coba dari hadits tersebut? tapi, sungguh miris melihat faktanya di masjid-masjid yang ada (tempat wanita). Entah mereka terilham dari mana, pokoknya kalo sholat itu yang penting rapat yaaa sajadah satu ke sajadah yang lain -______-" oh God! sungguh salah pemaknaan dari rapatnya shaff sholat di benak masyarakat.
kekhawatiran pun kadang timbul kala sholat dalam keadaan demikian, sang imam sudah mengingatkan dan memperhatikan (tapi hanya di ranah pria--ranah wanita engga *yaiyalaaah) ckck, kalo sudah demikian siapa yang disalahkan? masyarakat yang sholat dengan cara demikian jika di rapat-kan dengan baik dan benar maka akan berkata "sempit tau, geser dikit apa" jleb gitu. -_-

lantas terpikiran sebuah perumpamaan dibenak ini "gimana islam mau menang melawan musuh, kalo barisan sholat jama'ahnya aja memiliki jarak layaknya garpu?" coba kita tengok musuh-musuh kita, bukankah mereka amat, sangat merapatkan barisan demi menghancurkan islam secara perlahan?
kerapihan mereka dalam 'membariskan' pasukannya itulah yang patut dicontoh!

wallahu'alam bishawwab..
Allah-lah Sebaik-baik Penilai, semoga amal sholat kita semua diterima olehNya.. aamiin.

Jekardah, 26 Juli 2013 
17 ramadhan 1434 H

Senin, 15 Juli 2013

Lomba Menulis Ramadhan 1434 H


Bismillaah..

Dalam rangka menyemarakan bulan suci Ramadhan 1434 H dan menyambut datangnya hari kemerdekaan RI yang ke 68 tahun. Panitia Ramadhan Gathering menyelenggarakan lomba menulis untuk seluruh kader KAMMI se-Sumedang.

Tema :
1.     Ramadhan
2.    Proklamasi
Ketentuan :
-         Tema pilih salah satu
-         Karya tulis diperbolehkan dalam bentuk apapun (artikel., cerpen, puisi, essay, dll)
-         Karya tulis merupakan hasil karya sendiri, bukan copy paste
-         Karya tulis belum pernah dimuat di media
-         Judul karya tulis bebas
-         Menggunakan bahasa yang sopan dan tidak mengandung unsur sara

Format karya tulis :
-         Diketik rapi
-         Font Times New Roman
-         Size 12
-         Justify
-         Min. 2 halaman

Hasil karya tulis yang sudah jadi :
1.        Diposting di akun blog/tumblr pribadi (jika punya) kemudian di share di group FOKUS
2.       Dikirim ke : mohammad_natsir@ymail.com dengan subject : Nama lengkap_asal komsat/kammda
Paling lambat mengirim tanggal 4 agustus 2013 pukul 10.00 WIB

Nb : tulisan yang sudah di dikirim/diposting harap konfirmasi ke Nadhia 08561823213 (Nama_asal komsat/kammda_judul tulisan)

# Go GKM (Gerakan KAMMI Menulis) !!



Jika kau bukan anak raja, juga bukan anak ulama.. maka menulislah!
-Imam Al-Ghazali-



Minggu, 14 Juli 2013

Mungkin, ini bagian dari rindu-ku..


Bismillaah..

Sudah hampir 1 bulan aku vacuum dari dunia amanah, aah begini rasanya ‘tak sebebas merpati’ hanya berada dibawah atap rumah dengana aktifitas anak rumahan pula.
Pun, tak aku sesali keberadaanku dirumah dengan durasi yang ‘lumayan lama’ ini, toh aku menganggapnya birrul walidain, kapan lagi begini? Selagi Allah memberi kesempatan padaku..

Hm, entahlah.. sekarang,  seperti apa keadaan saudara-saudaraku yang sedang berada di bumi Nangor, dengan agenda-agenda da’wah yang luar biasa, syuro ini, syuro itu.. hm.. rindu J

aku tau, mereka akan diberikan kekuatan ekstra olehNya.. kekuatan hati dan fisik. Apalagi dibulan ramadhan gini, pasti kekuatan itu semakin bertambah, meski kader yang disana tak seperti biasa jumlahnya. Aku juga yakin, dimanapun kader-kader yang tersebar itu..pasti selalu dan senantiasa mengirimkan kekuatan do’a dari atas sajadahnya masing-masing.

Setelah kemarin di SMS dan ditanya kabar oleh si ma’sul, tadi ketika tidur-pun aku di mimpikan oleh seorang kader juga. Mungkin mimpi itu terjadi karena kerinduan-ku saat ini.
yaa, kerinduanku akan agenda-agenda luar biasa yang ada disana. Mengerjakan proyek-proyek Allah yang akan membangun peradaban..
J

Sudahlah, baiknya rindu ini aku kabarkan saja lewat do’a yang akan dibawa menuju ‘arsyNya..

Syawal, insyaAllah kita berjumpa kembali dengan keadaan yang lebih baik lagi.. kemudian bersama-sama mewujudkan mimpi-mimpi mulia itu J aamiin

Rabu, 03 Juli 2013

Tidak Akan Merugi Orang Yang Bermusyawarah


Bismillaah..

Sore itu langit Jatinangor sudah berganti permadani menjadi gulita, entah gulita kali itu bersandingkan dengan bintang dan bulan atau tidak.. yang jelas, pada gulitanya langit diluar tidak membuat semangat kami gulita. Di sebuah ruangan yang sudah kami sewa 2 hari untuk santunan anak yatim dan regenerasi inilah yang menjadi saksi bisu atas musyawarah-musyawarah kita. Dinding-dinding ruangan itu seakan turut khidmat menyaksikan prosesi demi prosesi yang terjadi J

Terlepas dari waktu yang sudah memasuki malam, dimana orang-orang sudah memasuki pintu-pintu rumahnya tuk beristirahat.. lain hal dengan kami yang masih bermusyawarah, berdiskusi.. bukanlah musyawarah biasa, bukanlah diskusi biasa.. tapi luar biasa J

Mengapa luar biasa? Karena lewat musyawarah dan diskusi itulah akan menghasilkan keputusan yang akan menggentarkan peradaban. Bukan hanya peradaban Jatinangor, tapi juga peradaban dunia akhirat. Di hasil musyawarah itu pula akan keluar sebuah nama yang akan membawa dan memimpin wajihah da’wah ini (red : KAMMI Komisariat M. Natsir).

“Tidak akan menyesal orang yang istikharah, tidak akan merugi orang yang musyawarah

Benar adanya dari kutipan diatas, seakan terbayarkan rasa lelah fisik kami ini ketika sebuah nama keluar  untuk memimpin wajihah ini. Tidaklah kami memberikan syarat yang rumit untuk menjadi qiyadah dari wajihah ini, satu hal cukup kami rasa “TANGGUNG JAWAB”. Dua kata yang akan mencakup secara keseluruhan atas amanah sebagai qiyadah tersebut. Dengan sikap tsiqoh, kami semua menitipkan amanah tersebut kepada jundi Allah yang memang sudah Allah pilihkan secara khusus J

Tim mid formatur di bentuk, syuro perdana pembentukan para kadept pun dilakukan. Para jundullah di KAMMI M. Natsir ini mendapatkan amanah sesuai dengan kapasitasnya. Tidak pernah salah, insyaAllah.. karena Allah tidak pernah salah memilih pundak tuk diberikan amanah.

Setelah kepengurusan dibentuk, visi-misi dibuat, menyusun proker hingga muskerkom, upgrading pengurus hingga pelantikan. Semua sudah kita lewati bersama. Tak terasa bulan ini memasuki bulan ke-4 kepengurusan KAMMI M. Natsir.

Dengan target 11 bulan kepengurusan, itu artinya waktu yang tersisa hanyalah 7 bulan. 7 bulan untuk menggentarkan langit dan bumi Jatinangor-Sumedang dan juga dunia-akhirat, insyaAllah.

Bulatkan ‘azzam dalam hati, perkuat ruhiyah, membuat planning, lakukan dari hal terkecil, nyalakan terus bara api semangat dan perkuat ukhuwah islamiyah kita. insyaAllah, Allah selalu bersama orang-orang yang menolong agamaNya..

Kita adalah para pekerja proyek-proyek Allah.. keep istiqomah hingga jiwa dan raga ini terpisahkan!

Salam Muslim Negarawan, Salam INTELEK! J