Selasa, 07 Januari 2014

Klise Nyata



Klise itu semakin pekat jika semakin dipikirkan. Asa ini semakin menguat akarnya hingga ke hati. Ada ruang yang mulai tersedia, yang diawali dengan kehampaan. Ruangan itu berada disini, ya Dia dan para malaikat tau dimana ruangan itu berada.
 
Seperti mulai mencari arti dari kehampaan itu, berjalan dibumiNya menelusuri tiap hasta demi hasta. Kehampaan yang akan terdefinisikan oleh waktu, ya sang waktu yang berbaik hati akan memberikan definisi itu. 

Setiap ruang-ruang kosong akan segera terisi, cepat atau lambat. Seperti itulah bagian dari hakikat hidup. Karna kita layaknya puzzle yang masih bertebaran dibumiNya. Saat ini, seperti membiarkan masing-masing dari kita berjalan dalam labirin kehidupan dan menemukan tempat yang tepat untuk berlabuh. 

Aku dan kamu kini sama-sama merindu, merindu akan hal yang belum pernah kita rasakan. Bagaimanakah rasanya merindu hal yang belum pernah kita rasakan? Gemuruh, gemuruh layaknya ombak yang selalu menghempas karang dibawah cerahnya langit biru. 

Gemuruh itu akan redam dengan sebuah pertemuan pertama atau pertemuan kesekian (?) karna tak akan pernah kita tau tentang itu. Saat ini, masing-masing dari kita hanya mengeja labirin-labirin yang sedang ditelusuri. Labirin yang pasti memiliki pintu keluarnya. Entah sekarang, esok atau esok kita menjumpainya. Dan klise akan menjadi nyata, seperti kataNya didalam Lauhul MahfudzJ

Jumat, 20 Desember 2013

Akan Tiba Suatu Masa



Akan tiba suatu masa, ketika kau merasa kikuk jika berpergian sendiri, walaupun hanya sekedar membeli keperluan bulananmu.

Akan tiba suatu masa, ketika kamu merasa ‘sendiri’ menjaga malam dengan pekerjaan yang menumpuk.

Akan tiba suatu masa, ketika kamu merasa refreshing lebih seru berdua dengan obrolan penuh makna.

Akan tiba suatu masa, ketika kamu merasa makan malam lebih nikmat disantap bersama dibanding dengan sendiri dikamar kost lalu krik..krik

Akan tiba suatu masa, ketika kamu membutuhkan penjaga dalam safar-mu yang dekat ataupun jauh.

Akan tiba suatu masa, ketika kamu merasa tahajjud dengan imam permanen lebih syahdu daripada sendiri.

Akan tiba suatu masa, ketika kamu membutuhkan teman yang se-visi dan misi dalam hidup, merangkai dan merancang impian bersama.

Akan tiba suatu masa, ketika kamu merindukan sosok yang akan menggenapkan agamamu.
Ya, akan tiba suatu saat nanti aku merasakan hal ini. 

#Malam #MenjemputAsa

Jatinangor, 20 12 2013

Selasa, 10 Desember 2013

KAMMI ada #UntukIndonesia


Pagi selalu memiliki harapan baru yang bermekaran, seperti halnya pemuda-pemudi Indonesia yang pasti juga memiliki harapan luar biasa untuk membangun peradaban  bangsa esok hari. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Sumedang, yang dinahkodai oleh Andhika Hady Yudha, S.Pt (alumnus Fak. Peternakan UNPAD) bersama para punggawa lainnya memulai hari minggu yang cerah dengan aksi turun ke jalan dalam rangka Deklarasi Gerakan Indonesia dan aksi pencerdasan Hari Anti Korupsi, dengan tagline #UntukIndonesia. Pasar pagi UNPAD-pun menjadi tempat aksi PD Sumedang dan masyarakat Jatinangor menjadi target utama.

Berbagai gesture hadir merespon aksi KAMMI pagi kali ini, tapi suara-suara lantang KAMMI tak menyurutkan semangat KAMMI yang hingga detik ini masih membara didada. Tak henti KAMMI meminta dukungan masyarakat sekitar hanya dengan tanda tangan dan foto sebagai symbol bahwa mereka mendukung kegiatan KAMMI Untuk Indonesia.

KAMMI bagaikan oase di padang pasir, memberikan harapan cemerlang untuk Indonesia esok. KAMMI berani bermimpi besar, karena KAMMI yakin, orang-orang yang bersama KAMMI adalah orang-orang yang juga memiliki mimpi besar untuk Indonesia. Bermimpi besar, dimulai dari langkah kecil hari ini. 

Untuk Indonesia, KAMMI ada, KAMMI nyata, KAMMI hadir mengobat luka ibu pertiwi yang sampai ini masih menyayat lubuk hati.

Bersama KAMMI, harapan itu masih ada. Untuk Indonesia, KAMMI ada.































Ini beberapa dokumentasi yang berhasil di capture :D
 

Rabu, 20 November 2013

RandoMind

Ricuh.. Ramai..
Semua sedang asik dengan dunianya masing-masing..
Aku? Aku pun semakin tenggelam dengan duniaku diantara bermacam ragam orang..
Tenggelam dalam hiruk pikuk semesta..
Dengan orientasi setiap orang yang berbeda-beda..
Suasana semakin memanas, selalu saja ada bom-bom yang diracik untuk kondisi ini..
Para peracik tak bertanggung jawab, yang hanya untuk menghangatkan udara dingin Jatinangor saat ini..
Aku? Kini aku berada diantara mereka. Ikut merasakan suasana panas yang sudah di setting.
Ah! dunia ini sungguh kejam, terkadang..
Tapi, mau tidak mau kau harus mau menjalankan peran-peran ini.. menjalankan dengan penuh kebahagiaan..

**
Malam, kau mengingatkan aku tentang mimpi itu..
Ya, setiap hari juga aku melihat list-list mimpi itu, tapi malam.. kau berhasil menstimulus alam bawah sadarku lagi..
Ya, aku punya mimpi, mimpi yang sudah aku tanam.. dan akan semakin subur dengan usaha dan doá yang maksimal.. kemudian biarkan Allah yang mengizinkan ada buah atau tidak pada tanaman mimpiku itu..
Allah, aku yakin, yang dapat memisahkan aku dengan mimpi itu hanyalah keputus-asaan.. jangan biarkan aku menjadi demikian..
Izinkan aku terbangun dan menatap langit yang lain dari biasanya kutatap, ya dilain waktu aku pasti bisa menatap langit itu, pasti :')

**
Lelah? hirup udara yang gratis ini sebanyak-banyaknya.. tanamkan selalu rasa syukur didirimu..
kelelahan ini belum seberapa, tengok lagi sejarah orang-orang terdahulu yang begitu luar biasa tak mengenal kata lelah.. ya belajarlah dari sejarah :')
Jangan biarkan lelah membuatmu lupa cara tersenyum.. tersenyumlah pada dunia, dengan begitu dunia akan kembali tersenyum dan membuat hari-harimu indah :')

**
Hei kamu! iya kamu yang disana! :')
Sebait doá dirangkai untukmu..
Semoga kamu selalu dalam penjagaan terbaikNya, semoga.
Terasing oleh jarak, namu akrab dengan doá-doá yang melangit :')
Berharap kita bertemu (lagi) dalam keadaan yang lebih baik dan dalam waktu yang tepat..
Apakah kita akan bertemu di hangatnya hujan? dinginnya kemarau? hangatnya pegunungan? atau dinginnya pantai?
Tidak pernah tau di dimensi mana kita bertemu (lagi)..

**
Langit, kamu selalu indah dengan pernak-pernik yang ada disana..
Dengan luar biasanya Dia menugaskanmu untuk menaungi manusia yang ada di atas bumi..
Ya, luar biasa.
Tapi, manusia-manusia (masih) banyak yang berkeluh kesah denganmu, langit.
Berkeluh kesah karena kamu kini sudah berganti terang: pagi, atau bahkan karena kamu berganti gelap: malam. Padahal semua ini disajikan untuk kita, ya untuk kita manusia.

**
Bersyukurlah, Bersabarlah dan Tersenyumlah :')











Perpustakaan,
20 November 2013

Jumat, 04 Oktober 2013

Konsep Tanam-Menanam versi Allah

Matahari yang bersimphoni dengan angin yang akan membantu para bunga dalam berkembang biak, dengan backsound Al-Kahfi nya Al-Ghomedi.. lirih menyapa seperti angin yang menyapa dedaunan hijau ditengah musim panas..

Hari ini hari jum'at, hari raya-nya ummat muslim, hari yang penuh berkah. Sembari menunggu kaum adam menunaikan sholat sunnah yang wajib: sholat jum'at, aku disini, lagi-lagi bersama benda-benda mati yang menemani. Sedikit mencari inspirasi ditengah panasnya udara. Teringatku tentang orang-orang itu, hari ini mereka membuatku berdecak kagum dengan segala hal positif yang ada pada mereka, tentu dengan sisi yang berbeda.. :')

Yang pertama Pak Doktor. Ya, sebut saja Pak Doktor, karena memang demikian gelarnya. Semester ini kedua kalinya aku di didik beliau. Di didik loh bukan di ajar, lain ya.. :') 
Cara beliau dikelas-lah yang membuatku berkata demikian. Sejak pertemuan pertama dengan beliau, beliau selalu menekankan "konsep proses" bukan "konsep hasil" selalu demikian. Dan ketika pertemuan kesekian, sekian dan sekian, beliau selalu mengingatkan hal ini lagi. Buatku, inilah cara mendidik. Beliau mampu membentuk paradigma, ini bagiku. Bahasa beliau yang lain dari dosen yang lain membuatku selalu tertarik ketika di didik olehnya. Dan ada beberapa pemikiranku yang terbentuk setelah kuliahnya. Dan, aku semakin sadar, bahwasanya saat ini, Indonesia sedang butuh orang-orang seperti ini. Orang-orang yang mampu mendidik bukan hanya -mengajar-. Hanya orang-orang terdidiklah yang mampu mendidik, dan mengajar? semua orang bisa. Semoga rahim bangsa ini terus melahirkan pendidik yang kompeten dengan pondasi akhlaq yang kokoh tentunya. Semoga :')


Yang kedua ini tentang seorang ibu paruh baya yang aku kenal disini hampir 1thn lebih. Sebut saja Ummi. Tadinya aku enggan untuk datang kerumah Ummi untuk hadir dikelas tahsin jam 10.00 pagi ini, selain karena sebelumnya ada kuliah yang kadang selesainya ngaret, juga adik-adik mentor banyak yang minta mentoring sebelum juma'atan. Alhasil, Allah-lah yang menggerakkan kaki juga hatiku untuk kerumahnya. Aku datang kesana, dan kelas tahsin sudah dimulai ternyata. 90 menit kelas, selesai, ustadznya ingin segera menunaikan kewajibannya sebagai kaum adam: sholat jum'at. Dan sebelum pulang aku sempat bincang sedikit dengan Ummi. Dan, "fabiayyi aalaairabbikumaa tukadzdzibaan.." penggalan ayat ini seakan terngiang dihatiku. Benar, "Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?". Memang sengaja ayat ini diulang hingga 31x dalam surat Ar-Rahman, ini sebagai pengingat bahwasanya manusia sering sekali lupa akan nikmat Allah yang begitu banyak. 
Alhamdulillaah, big thanks to Allah.. karena begitu banyak orang-orang baik yang ada disekitarku meskipun aku jauh dari orang tua, selalu saja ada pertolongan dan nikmat yang datang. Inilah takdirNya, bukan kebetulan :') AllahuAkbar.
Kebaikan Ummi itu, serta orang-orang yang ada disekitarku saat ini sungguh membuatku sering berdecak kagum dalam hati. Semoga Allah selalu memberkahi kehidupan mereka dari hari ke hari. Dan sikap orang-orang yang berbuat baik selalu memotivasiku untuk bisa berbuat demikian semampuku, karena aku yakin dengan "konsep tanam-menanam" versi Allah. Boleh jadi, kebaikan orang-orang hari ini kepadaku adalah "panen" dari orang tuaku ataupun orang-orang terdahulu lainnya.  Bisa jadi bukan? Dan, inilah yang ingin aku siapkan untuk anak-anak serta cucu-cucuku nanti, walaupun mungkin aku tidak bisa "memanen" benih itu sekarang, setidaknya aku sudah menyiapkan "saldo" untuk mereka dihari esok. 

Indah bukan dunia ini? Indah dengan kebaikan yang selalu tersebar dimanapun :')


 -Jatinangor, Graha Suhardani, 4 Oktober 2013-
~Jumu'ah mubarak~

Kamis, 03 Oktober 2013

Tears in dhuha..

"...laa yukallifullahu nafsan illah wush'ahaa.."
Penggalan ayat yang cocok untuk saat ini. Tidak mungkin seorang guru SD memberikan soal anak SMA untuk mereka ujian. Tidak mungkin.

Semua terasa crowded, ya?
Sabar yaa sholihaah.. semua ini tak akan lama kok, yakinlah..
Dan suatu saat kamu pasti akan rindu masa-masa ini, yakinlah..

Yakinilah dengan penuh dan jangan biarkan ragu mewarnai walau hanya setitik, oke? :')
Kamu berdo'a untuk menjadi wanita yang tegar, kan? Dan inilah ajang pembuktian itu sholihaah..
Buktikan, bahwa kamu bisa..

Kamu tidak pernah berjalan sendiri, ada Allah yang selalu menyertai hari-hari indahmu.. yang menidurkanmu dikala sudah jenuh dengan hari-hari yang padat dan yang akan membangunkanmu dengan sambutan pagi yang penuh harap..berharap hari itu dilalui dengan indah juga..

Bagaimana dengan air mata ini? Ini hanya luapan emosi dan perasaan yang terakumulasi. Kapan saja ia bisa keluar, dan tak ada bendungan yang bisa menahannya. Menangislah jika itu membuatmu lebih lega :')
Dan jadikan tilawah sebagai penghiburmu, atau mendengar suara wanita disebrang sana? Keduanya bisa menjadi obat kesedihanmu..

Teringat nasihat seorang sahabat dikala sore "serahin aja semuanya sama Allah, toh kita ga punya apa-apa, kan? Hehe..."
Pundak Allah-lah yang paling kokoh, menangislah di pundakNya :')

**mama, maaf ga bisa nemenin rontgen.. sehat terus ya ma :')

Selasa, 01 Oktober 2013

Be Economgenic-Sastragenic-Religigenic

Aku adalah salah satu orang yang tidak percaya dengan teori kebetulan, tapi yakin dengan teori Tuhan. Karena itu pasti semua sudah ada di skenarioNya, sekalipun itu hanya sebuah pertemuan singkat dengan seseorang. 

Dan, takdir ini tentang passion. Ya, passion yang selama ini aku cari.
Tepatnya kemarin, hari senin. Di pagi hari selepas agenda rutin ruhiyah, aku naik ke kasur (lagi) dengan niat mau tidur (lagi) karena masih ngantuk, tapi mata ini tidak berkompromi dengan hasrat ngantuk, malah jadi asik nge-net di hp dan tumblr-walking. Kemudian, tertariklah dengan sebuah reblog dari akun seseorang yang mampir di dashboard-ku. Disana ada tulisan seorang pria yang menceritakan tentang kisah keluarga kecilnya (dia-istri-dan-calon anak). Romantis, manis, dan cukup membuat melting ~

Terlepas dari esensi tulisan si pria itu, aku jadi tau satu lagi karakter penulis yang baru aku baca tulisannya.
Siangnya, aku janjian dengan si mas'ul, katanya dia mau pinjemin buku untuk referensi TOR acara kita. Pas ngeliat bukunya, ternyata itu buku si pria yang aku baca tulisannya di tumblr tadi pagi.
Masyaa Allah.. semua sudah diatur dan saling berkesinambungan. Dan pada siang itu juga aku melihat koleksi buku-buku si mas'ul, beeeuh bikin melting juga. Beliau bener-bener niat banget untuk buat perpus pribadi (itu yang aku baca dari caranya memiliki buku). Kemudian ada dua buku yang menarik perhatiannku, pertama buku kumcer inspiratif yang disana ada tulisan si mas'ul, God! Makin makin makin melting plus envy bacanya (dalem hati, kapaaaan giliran aku bisa begini?). Yang kedua, si mas'ul dapet tandatangan penulis buku, dari penulis itu ada catatan buat si mas'ul "seratus tahun setelah kamu meninggal, siapa yang akan menyebut namamu?" (Catatan ini bener-bener bikin hati jleb, melting, and speechless :'|). 

Kemudian,  takdirNya membawaku ke siang hari yang cerah ini. Lagi-lagi sedang tumblr-walking. Terpusatlah perhatianku pada akun-nya ikhwan ITB yang membuat tulisan dengan judul sastragenic. Tsaaah, pas dibaca, ternyata itu nice bangetlah! Seakan aku mengalami hal itu ke mereka (para penulis yang belum pernah aku jumpai). Tidak peduli seperti apa fisik mereka, tapi mereka berhasil "meracuni" pikiranku dengan segudang kata-kata yang menjadi sihir. Itulah mengapa mereka disebut sastragenic.

Well, how about me?

Aku yang berbasic economic'ers banget, bisa gak ya jadi orang-orang yang bisa menginspirasi banyak orang dengan julukan sastragenic itu?
Seperti di awal tulisan tadi, ini tentang passion. Seakan semakin tau mana yang aku suka dan jalani dengan hati. Menulis. Terlepas tulisanku lebih banyak yang abstrak. But, i loved it!
Jadi inget dulu waktu baru masuk kuliah, ibu bilang gini "ade itu, cocoknya sama pekerjaan yang pake hati, menjahit, menulis dan yang sejenisnya". Sekarang, kalimat itu terulang kembali. Ditambah lagi dengan skenarioNya yang berhubungan akhir-akhir ini. Membuat passion itu menggebu kembali dengan sejuta alasan yang ada.

Jadi, menjadi economgenic yang sastragenic berbasic religigenic adalah bukan hal yang mustahil, kan?:)

Dan waktu yang akan menjawabnya, entah 1, 5, 10 atau bahkan 20 tahun lagi. Pasti akan aku dapatkan jawabannya dengan proses yang maksimal :')

Buku yang dikasih pinjem adalah: Sewindu, cinta itu tentang waktu-Tasaro GK.
Akun link itu adalah: www.kurniawangunadi.tumblr.com
Silahkan sambangi keduanya :')

-Jatinangor, 1 Oktober 2013-
Anw, Selamat Hari Pancasila, Indonesia!